Polisi Tak Bisa Blokir Situs Judi Online, Ini Alasannya

Kepolisian Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggerebek sebuah rumah yang digunakan sebagai markas judi online di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara. Operasi penggerebekan ini berhasil menangkap sepuluh orang, termasuk tiga perempuan, yang terlibat dalam praktik judi online di lokasi tersebut. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Teddy Marbun, menjelaskan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda dalam kegiatan judi online yang mereka jalankan. Polisi Tak Bisa Blokir Situs Judi Online

“Pelaku memiliki peran yang berbeda-beda, ada yang berperan sebagai operator dan penghubung calon pemain judi online,” ungkap Kombes Pol Teddy dalam keterangan resminya pada Senin (12/6/2023). Dalam operasi ini, petugas berhasil menyita beberapa unit komputer dan telepon seluler yang digunakan oleh para pelaku untuk mengoperasikan perjudian online.

Penggerebekan ini bermula dari laporan masyarakat yang curiga akan aktivitas yang terjadi di dalam rumah tersebut. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menemukan adanya aktivitas perjudian online yang berlangsung di lokasi tersebut. Berdasarkan pengakuan para pelaku, praktik judi online ini baru beroperasi selama dua minggu sebelum akhirnya digerebek oleh pihak berwajib.

Setelah ditangkap, kesepuluh tersangka beserta barang bukti judi online yang diamankan langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi masih terus mendalami kasus ini dan berusaha mengejar para bandar judi lainnya yang mungkin terlibat dalam jaringan tersebut.

Praktik judi online merupakan salah satu permasalahan yang sering menjadi target operasi penegakan hukum oleh pihak kepolisian guna memberantas praktik ilegal yang meresahkan masyarakat. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam perjudian online karena dapat berakibat pada masalah hukum dan kesejahteraan pribadi. Dengan adanya operasi penggerebekan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan mengurangi peredaran perjudian online di wilayah tersebut.

Baca juga : Perintah Megawati kepada Kader PDIP: Menangkan Pemilu 2024 dengan Turun ke Bawah 

Polisi Bongkar Judi Togel di Penjaringan Jakut, 1 Pelaku Ditangkap

Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil membongkar aktivitas perjudian jenis toto gelap atau togel yang beroperasi di Jalan Pluit Karang Karya Timur, RT 023 RW 008, Penjaringan, Jakarta Utara. Pengungkapan ini dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan atas laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan maraknya transaksi judi togel di kawasan tersebut. 

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yunita Natalia Rungkat, menyatakan bahwa pihak kepolisian melakukan penyelidikan berdasarkan laporan tersebut. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka pria berinisial HP (36). Bersama dengan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 4 lembar kertas rekapan nomor judi togel, 1 buah handphone, dan uang tunai sejumlah Rp20.000.

Wakapolres menjelaskan bahwa tersangka HP berperan sebagai pengecer atau pencatat dalam transaksi judi togel. Ia menerima pasangan dari para pemain dan selanjutnya memasangkannya kepada bandar Judi Togel Macau secara online melalui handphone miliknya. 

Atas perbuatannya, tersangka HP dijerat dengan pasal 303 KUHP yang menjerat tindakan perjudian. Ancaman pidana yang dihadapi tersangka adalah 10 tahun penjara atau denda, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Operasi pengungkapan judi togel ini menjadi bagian dari upaya polisi untuk memberantas kegiatan perjudian ilegal yang meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik perjudian karena dapat merugikan diri sendiri dan melanggar hukum yang berlaku. Dengan adanya operasi ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan mengurangi praktik perjudian ilegal di wilayah tersebut.

Perang Lawan Perjudian, Polres Karimun Tangkap 1 Pengecer Judi Sijie

Karimun, Kepulauan Riau – Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau, terus menggulirkan operasi perang melawan perjudian ilegal di wilayahnya. Salah satu bukti nyata dari upaya ini adalah pengungkapan perjudian jenis Sijie dan penangkapan seorang pengecer judi Sijie berusia 70 tahun yang bernama Koko Kolek.

Penangkapan terhadap pengecer judi Sijie ini berlangsung di warung kopi milik Koko Kolek, yang terletak di Jalan Ahmad Yani Meral No. 77, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral. Saat penangkapan berlangsung, tidak ditemukan adanya pembeli atau pemesan nomor judi Sijie di lokasi tersebut.

Iptu Gideon selaku Kasat Reskrim Polres Karimun, mengiyakan benar adanya peringkusan atas pelaku perjudian. “Pelaku langsung ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut, mereka akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian,” tegasnya. Gideon juga menambahkan bahwa penangkapan pelaku judi Sijie ini bermula dari laporan masyarakat. Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan yang berhasil mengamankan pelaku serta barang bukti terkait perjudian.

Hasil penyelidikan atas kasus perjudian ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun untuk segera disidangkan. Diduga bahwa Koko Kolek merupakan orang yang bertugas menulis nomor-nomor judi Sijie yang dipasang oleh pelaku judi lainnya.

Dalam proses penyelidikan, Koko Kolek menyebut adanya jaringan di atasnya yang terlibat dalam praktik perjudian ini. Jaringan tersebut mencakup orang yang bertugas menarik dana dari setiap lokasi pemasangan nomor judi Sijie, lalu menyetorkan uang hasil judi ke pengepul. Di wilayah Karimun juga diduga terdapat bos besar judi yang menjadi dalang di balik aktivitas perjudian ilegal ini.

Polres Karimun berkomitmen untuk terus menumpas perjudian ilegal yang meresahkan masyarakat. Operasi ini merupakan bagian dari upaya pihak kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kegiatan perjudian ilegal dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi seluruh masyarakat. Masyarakat diharapkan tetap aktif berperan serta dengan memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui adanya praktik perjudian ilegal di sekitar lingkungan mereka.

Polisi Tak Bisa Blokir Situs Judi Online, Ini Alasannya

Jakarta – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menemukan banyak situs judi online yang beroperasi secara ilegal. Namun, polisi menghadapi kendala dalam melakukan pemblokiran terhadap situs-situs tersebut. Hal ini disebabkan oleh pemblokiran situs web merupakan kewenangan yang berada di tangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Panit 1 Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ipda Satrio, mengungkapkan bahwa timnya telah menemukan banyak situs judi online selama melakukan patroli siber. “Kami telah menemukan banyak situs judi online dan saat ini sedang kami dalami lebih lanjut,” ujarnya pada Minggu (9/7/2023).

Meskipun polisi telah berhasil menelusuri sejumlah situs judi online yang beraktivitas di ranah digital, namun saat ini mereka belum dapat melakukan pemblokiran secara langsung. “Pemblokiran situs judi online djarumtoto slot berada di bawah kewenangan Kominfo, sehingga kami wajib memberikan data yang kami temukan kepada mereka agar dilakukan tindakan pemblokiran,” ungkap Ipda Satrio.

Kepolisian terus berupaya untuk mengungkap lebih banyak situs judi online dengan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Kami tengah melanjutkan upaya untuk menelusuri situs-situs judi online dalam pengungkapan berikutnya,” tambahnya.

Kehadiran situs judi online ilegal menjadi perhatian serius bagi kepolisian karena melanggar hukum dan berpotensi merugikan masyarakat. Oleh karena itu, upaya untuk mengidentifikasi, menangkap, dan memblokir situs-situs tersebut merupakan langkah yang diperlukan untuk memberantas praktik perjudian ilegal di dunia maya.

Selain upaya penegakan hukum dari kepolisian, peran serta masyarakat juga diharapkan dalam memberikan informasi jika menemukan adanya situs judi online ilegal yang meresahkan. Dengan bersama-sama melawan perjudian ilegal di dunia maya, diharapkan lingkungan digital Indonesia dapat menjadi lebih aman dan terhindar dari ancaman praktik perjudian yang merugikan.

Leave a Comment