Kacab JNT di Tambora Bunuh Diri karena Judi Online, Pesan Terakhirnya Menyentuh Hati

Penangkapan Promotor Situs Judi Online Digulung oleh Polisi di Palembang

Subdit V Siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumatera Selatan berhasil menangkap tiga orang yang diduga menjadi promotor situs judi online melalui media sosial. Para tersangka yang ditangkap adalah D.R (24) dan M.S.A (20), mereka adalah desa Tanjung Menang, kec Buay Pemaca, kab Ogan Komering selain itu ada tersangka DAN, (28).

AKBP Putu Yudha Prawira Wakil Direktur Ditkrimsus Polda Sumsel, mengungkapkan bahwa para pelaku menyebarkan konten perjudian melalui berbagai platform media sosial yang mereka kelola. Aksi penyebaran konten judi online ini sudah dilakukan oleh ketiga pelaku sejak Januari 2022. “Mereka menggunakan akun Facebook untuk memposting dan mempromosikan konten situs judi online. Jika ada orang yang tertarik, maka akan diarahkan untuk bermain melalui situs tersebut,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa ketiga pelaku telah memposting 17 situs judi online slot di media sosial, dan setiap harinya mereka harus membuat minimal 50 konten di 11 akun Facebook yang mereka kelola sebagai bagian dari promosi. Mereka juga aktif mengomentari postingan untuk meningkatkan daya tarik promosi.

“Aktivitas promosi ini dilakukan secara masif oleh ketiga pelaku, dan mereka bahkan saling berinteraksi dengan memposting dan mengomentari di akun-akun media sosial yang mereka kelola,” tambah AKBP Putu.

Dari kegiatan promosi judi online tersebut, ketiga pelaku masing-masing mendapatkan keuntungan berkisar antara Rp2 hingga 7 juta per bulan. Polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk melacak aliran uang dari hasil keuntungan yang didapatkan.

Salah satu pelaku, MSA, mengakui bahwa dia melakukan promosi judi online karena membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-hari. “Saya butuh uang, itu sebabnya saya terlibat dalam promosi judi online,” ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat dengan Pasal 27 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI No 11 Tahun 2008, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal 1 miliar rupiah. Dengan adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi dari terlibat dalam promosi atau praktik judi online ilegal.

Baca juga : Man United Ragu Dengan Performa Mason Mount

Kacab JNT di Tambora Bunuh Diri karena Judi Online, Pesan Terakhirnya Menyentuh Hati

Kepala Cabang (Kacab) JNT di kawasan Tambora, berinisial ALG (26), mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena diduga terlilit utang judi online. Sebelum melakukan tindakan tragis ini, ALG meninggalkan pesan terakhir yang menyentuh hati kepada sang istri.

“Sebelum melakukan tindakan bunuh diri, korban sempat berkomunikasi terlebih dahulu dengan istrinya, menyampaikan niatnya untuk bunuh diri, dan menitipkan anak-anak,” ungkap Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama, pada Jumat (12/5/2023).

Jasad ALG ditemukan tergantung di kantornya, yang berlokasi di Jalan Tanah Sereal Raya, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu, 10 Mei 2023. Tragedi ini meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki, yang masih berusia 6 tahun dan 1 tahun.

Putra Pratama menjelaskan bahwa ketika istri korban mendengar pengakuan suaminya tentang niat bunuh diri, sang istri langsung bergegas menuju kantor tempat suaminya bekerja. Sesampainya di lokasi, sang istri menanyakan keberadaan suaminya kepada para karyawan, yang kemudian menyampaikan bahwa ALG berada di toilet. Namun, setelah dicek ke toilet, suaminya ternyata tidak ada di sana.

Kemudian, sang istri bersama beberapa karyawan mencari di lantai dua dan lantai tiga. Sayangnya, kenyataan menyakitkan harus dihadapi oleh sang istri. Mereka menemukan ALG dalam kondisi sudah meninggal dunia, tergantung dengan tali di ruangan di lantai tiga.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga dan rekan-rekan ALG. Semua merasa terkejut dan bersedih atas kehilangan sosok yang mereka kenal sebagai sosok yang ceria dan berdedikasi.

Di balik peristiwa tragis ini, menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peka terhadap kondisi mental dan emosional seseorang di sekitar kita. Kecanduan judi online adalah salah satu masalah serius yang dapat menyebabkan tekanan dan stres berlebih pada seseorang, bahkan membawa mereka ke ambang keputusasaan.

Semoga tragedi ini dapat mengingatkan kita untuk lebih peduli dan memberikan dukungan kepada orang-orang terdekat kita. Bukan hanya saat senang, tetapi juga saat mereka sedang menghadapi masalah dan kesulitan hidup. Bicara dan mendengarkan dengan empati dapat menjadi langkah pertama dalam membantu seseorang yang mungkin sedang berjuang dengan beban hidupnya.

Mudah-mudahan, peristiwa ini juga mendorong pihak-pihak terkait untuk lebih gencar dalam melakukan kampanye dan edukasi tentang bahaya kecanduan judi online, serta menyediakan layanan bantuan dan dukungan bagi individu yang membutuhkan. Kita semua perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan peduli terhadap kesehatan mental setiap individu dalam masyarakat.

Terlibat Judi Online, Kakak Adik di Muratara Ditangkap Polisi

Kepolisian Resor Muratara berhasil menangkap dua orang kakak beradik yang terlibat dalam praktik judi online di wilayah hukum Polres Muratara. Rani Adiansah (32) dan adiknya Arafik Safutra (30) berhasil ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Muratara setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan informasi yang diterima.

Kapolres Muratara, AKBP Ferly Rosa Putra, yang diwakili oleh Wakapolres, Kompol MP Nasution, bersama dengan Kasat Reskrim, AKP Jaili, mengungkapkan bahwa kasus judi online ini terungkap berkat hasil penyelidikan dari informasi yang diterima oleh pihak kepolisian. Rani Adiansah diketahui memiliki sebuah akun YouTube yang digunakan untuk mengunggah konten-konten terkait judi online dan mempromosikan situs judi online kepada para penonton di kanal YouTube-nya agar bergabung dan bermain di situs tersebut.

Upaya penangkapan dilakukan setelah memperoleh informasi tersebut, dan akhirnya kedua pelaku berhasil ditangkap saat berada di rumah mereka pada Rabu, 10 Mei 2023, sekitar pukul 00.30 WIB. Saat penangkapan, Arafik Safutra sedang membuat konten video tentang prediksi angka togel yang akan diunggah ke kanal YouTube-nya.

Tim Satreskrim Polres Muratara berhasil menyita beberapa barang bukti yang terkait dengan kegiatan judi online yang dilakukan oleh kedua pelaku. Barang yang menjadi bukti diamankan oleh polisi adalah 3 Hand Phone Oppo yang berwarna putih dan hitam, 3 warna merah buku prediksi togel, 1 kertas putih kecil yang berisi informasi tentang situs judi online yang akan dipromosikan, 1 lembar kartu ATM Bank BNI milik Arafik Safutra, 1 penggaris warna hijau, dan 26 spidol berbagai macam warna.

Rani Adiansah membuat dua kanal YouTube yang diberi nama “Sutra HK Jitu” dan “Manau HK Jitu.” Modus operandi pelaku adalah dengan membuat konten video tentang prediksi angka togel yang akan keluar dan mengunggahnya ke kanal YouTube-nya. Setelah mendapatkan ribuan penonton, pelaku mencari situs judi online untuk dipromosikan melalui kanal YouTube-nya dengan cara melakukan live chat di beranda situs judi online tersebut. Dalam kesepakatan dengan dua situs judi online, yaitu “Top Jitu” dan “Jabrix4D,” pelaku harus membuat konten video tentang prediksi angka togel setiap hari dan menyertakan nama atau tautan situs online kedua situs tersebut, serta menawarkan iming-iming kemenangan bagi para pemain yang bergabung di kedua situs tersebut.

Dari kedua situs judi online tersebut, pelaku berhasil meraup keuntungan. Dari situs “Top Jitu,” Rani Adiansah mendapatkan uang sebesar Rp4 juta tiap bulannya, yang dibayarkan melalui rekening bank BNI miliknya sendiri. Sementara itu, dari situs “Jabrix 4D,” Arafik Safutra menerima uang sebesar Rp150 ribu tiap harinya, yang juga dibayarkan melalui rekening BNI miliknya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dihadapkan dengan dakwaan Pasal 27 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI No 11 Tahun 2008, dengan pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal 1 miliar. Penangkapan kedua pelaku ini menjadi salah satu upaya pihak kepolisian dalam memberantas praktik judi online yang dapat meresahkan masyarakat. Pihak berwenang juga mengimbau agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik judi online yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Leave a Comment